Minggu, 19 Agustus 2012

Orang Buta Yang Mensyukuri Berkat


Seorang Anak Laki-Laki Buta Duduk Di Tangga Sebuah Bangunan Dengan Sebuah Topi Terbalik Di Kakinya Untuk Menampung Sumbangan Dari Orang-Orang Lewat. Ia Menaruh Sebuah Karton Putih Dengan Tulisan: “Saya Buta, Tolonglah Saya.”


Di Topi Itu Terlihat Sedikit Koin. Seseorang Berjalan Mendekat. Ia Mengambil Beberapa Koin Dari Kantungnya Dan Menjatuhkannya Di Topi Itu. Ia Kemudian Mengambil Karton Putih Itu, Membaliknya Dan Menuliskan Beberapa Kata. Ia Menaruh Kembali Karton Putih Itu Sehingga Setiap Orang Yang Berjalan Melewati Anak Buta Itu Dapat Membaca Kata-Kata Barunya.

Dengan Segera Topi Itu Mulai Dipenuhi Koin. Banyak Orang Mau Memberi Uang Kepada Anak Buta Itu. Sore Harinya Lelaki Yang Telah Mengganti Perkataan Di Karton Putih Itu Datang Lagi Untuk Melihat Bagaimana Hasilnya. Anak Laki-Laki Buta Itu Mengenali Lelaki Itu Dari Langkah-Langkah Kakinya, Sehingga Ia Bertanya, “Apakah Bapak Adalah Orang Yang Mengganti Tulisan Di Karton Putih Tadi Pagi? Apa Sih Yang Bapak Tulis?”
“Saya Hanya Menuliskan Kebenaran. Saya Menuliskan Apa Yang Engkau Tulis Tapi Dengan Cara Berbeda.” Apa Yang Ia Tulis Adalah: “Hari Ini Hari Yang Indah, Namun Saya Tak Dapat Melihatnya.”
Apakah Karton Dengan Tulisan Pertama Dan Kedua Sama? Tentu Saja Kedua Tulisan Itu Mengatakan Kepada Orang-Orang Lewat Bahwa Anak Itu Buta. Karton Dengan Tulisan Kedua Mengatakan Bahwa Mereka Sangat Beruntung Dapat Melihat Hari Yang Indah Karena Mereka Tidak Buta. Janganlah Heran Kalau Karton Kedua Lebih Efektif Mengajak Orang Bersyukur Dan Mendorong Orang-Orang Untuk Memberi Uang Kepada Anak Buta Itu.
Bersyukurlah Atas Setiap Yang Ada Pada Kita Ataupun Yang Tidak Ada Pada Kita.
Ayo, Kita Kreatif.
Ayo, Kita Inovatif.
Berpikirlah Dengan Cara Lain Dan Dengan Positif.
Ajaklah Orang-Orang Untuk Berbuat Baik Dengan Cara Bijaksana.
Jalanilah Kehidupan Tanpa Berdalih Dan Kasihilah Orang Lain Tanpa Penyesalan. Andaikan Kehidupan Memberikan Anda 100 Alasan Untuk Menangis, Tunjukkanlah Dalam Kehidupan Bahwa Anda Memiliki 100 Alasan Untuk Tersenyum.
Hadapilah Masa Lalu Tanpa Penyesalan.
Siapkan Masa Depan Tanpa Ketakutan.
Pertahankan Iman Dan Buanglah Ketakutan.
Jangan Percayai Keraguan Anda Dan Jangan Ragukan Keyakinan Anda.
Hidup Ini Indah Seandainya Anda Tahu Bagaimana Menjalani Kehidupan. Setiap Hari Itu Istimewa Sesuai Dengan Keinginan Anda…. Dan Buatlah Hari Ini Luar Biasa!
Tuhan Yesus Memberkati Hari-Harimu. Amin


Kisah Mengharukan Bocah Dengan Perampok


Moore Adalah Seorang Dokter Terkenal Dan Dihormati, Melalui Tangannya Sudah Tak Terhitung Nyawa Yang Diselamatkan, Dia Tinggal Disebuah Kota Tua Di Prancis. 20 Tahun Yang Lalu Dia Adalah Seorang Narapidana, Kekasihnya Mengkhianati Dia Lari Kepelukan Lelaki Lain, Karena Emosinya Dia Melukai Lelaki Tersebut, Maka Dia Dari Seorang Mahasiswa Di Universitas Terkenal Menjadi Seorang Narapidana, Dia Dipenjara Selama 3 Tahun.

Setelah Dia Keluar Dari Penjara, Kekasihnya Telah Menikah Dengan Orang Lain, Karena Statusnya Sebagai Bekas Narapidana Menyebabkannya Ketika Melamar Pekerjaan Menjadi Bahan Ejekan Dan Penghinaan.
Dalam Keadaan Sakit Hati, Moore Memutuskan Akan Menjadi Perampok. Dia Telah Mengincar Di Bagian Selatan Kota Ada Sebuah Rumah Yang Akan Menjadi Sasarannya, Para Orang Dewasa Dirumah Tersebut Semuanya Pergi Bekerja Sampai Malam Baru Pulang Kerumah, Didalam Rumah Hanya Ada Seorang Anak Kecil Buta Yang Tinggal Sendirian.
Dia Pergi Kerumah Tersebut Mencongkel Pintu Utama Membawa Sebuah Pisau Belati, Masuk Kedalam Rumah, Sebuah Suara Lembut Bertanya, “Siapa Itu?” Moore Sembarangan Menjawab, “Saya Adalah Teman Papamu, Dia Memberikan Kunci Rumah Kepadaku.”
Anak Kecil Ini Sangat Gembira, Tanpa Curiga Berkata, “Selamat Datang, Namaku Kay, Tetapi Papaku Malam Baru Sampai Ke Rumah, Paman Apakah Engkau Mau Bermain Sebentar Dengan Saya?” Dia Memandang Dengan Mata Yang Besar Dan Terang Tetapi Tidak Melihat Apapun, Dengan Wajah Penuh Harapan, Di Bawah Tatapan Memohon Yang Tulus, Moore Lupa Kepada Tujuannya, Langsung Menyetujui.
Yang Membuat Dia Sangat Terheran-Heran Adalah Anak Yang Berumur 8 Tahun Dan Buta Ini Dapat Bermain Piano Dengan Lancar, Lagu-Lagu Yang Dimainkannya Sangat Indah Dan Gembira, Walaupun Bagi Seorang Anak Normal Harus Melakukan Upaya Besar Sampai Ke Tingkat Seperti Anak Buta Ini.
Setelah Selesai Bermain Piano Anak Ini Melukis Sebuah Lukisan Yang Dapat Dirasakan Didalam Dunia Anak Buta Ini, Seperti Matahari, Bunga, Ayah-Ibu, Teman-Teman, Dunia Anak Buta Ini Rupanya Tidak Kosong, Walaupun Lukisannya Kelihatannya Sangat Canggung, Yang Bulat Dan Persegi Tidak Dapat Dibedakan, Tetapi Dia Melukis Dengan Sangat Serius Dan Tulus.
“Paman, Apakah Matahari Seperti Ini?” Moore Tiba-Tiba Merasa Sangat Terharu, Lalu Dia Melukis Di Telapak Tangan Anak Ini Beberapa Bulatan, “Matahari Bentuknya Bulat Dan Terang, Dan Warnanya Keemasan.”
“Paman, Apa Warna Keemasan Itu?” Dia Mendongakkan Wajahnya Yang Mungil Bertanya, Moore Terdiam Sejenak, Lalu Membawanya Ketempat Terik Matahari, “Emas Adalah Sebuah Warna Yang Sangat Vitalitas, Bisa Membuat Orang Merasa Hangat, Sama Seperti Kita Memakan Roti Yang Bisa Memberi Kita Kekuatan.”
Anak Buta Ini Dengan Gembira Dengan Tangannya Meraba Ke Empat Penjuru, “Paman, Saya Sudah Merasakan, Sangat Hangat, Dia Pasti Akan Sama Dengan Warna Senyuman Paman.” Moore Dengan Penuh Sabar Menjelaskan Kepadanya Berbagai Warna Dan Bentuk Barang, Dia Sengaja Menggambarkan Dengan Hidup, Sehingga Anak Yang Penuh Imajinatif Ini Mudah Mengerti. Anak Buta Ini Mendengar Ceritanya Dengan Sangat Serius, Walaupun Dia Buta, Tetapi Rasa Sentuh Dan Pendengaran Anak Ini Lebih Tajam Dan Kuat Daripada Anak Normal, Tanpa Terasa Waktu Berlalu Dengan Cepat.
Akhirnya, Moore Teringat Tujuan Kedatangannya, Tetapi Moore Tidak Mungkin Lagi Merampok. Hanya Karena Kecaman Dan Ejekan Dari Masyarakat Dia Akan Melakukan Kejahatan Lagi, Berdiri Di Hadapan Kay Dia Merasa Sangat Malu, Lalu Dia Menulis Sebuah Catatan Untuk Orang Tua Kay,
“Tuan Dan Nyonya Yang Terhormat, Maafkan Saya Mencongkel Pintu Rumah Kalian, Kalian Adalah Orang Tua Yang Hebat, Dapat Mendidik Anak Yang Demikian Baik, Walaupun Matanya Buta, Tetapi Hatinya Sangat Terang, Dia Mengajarkan Kepada Saya Banyak Hal, Dan Membuka Pintu Hati Saya.”
Tiga Tahun Kemudian, Moore Menyelesaikan Kuliahnya Di Universitas Kedokteran, Dan Memulai Karirnya Sebagai Seorang Dokter.
Enam Tahun Kemudian, Dia Dan Rekan-Rekannya Mengoperasi Mata Kay, Sehingga Kay Bisa Melihat Keindahan Dunia Ini, Kemudian Kay Menjadi Seorang Pianis Terkenal, Yang Mengadakan Konser Ke Seluruh Dunia, Setiap Mengadakan Konser, Moore Akan Berusaha Menghadirinya, Duduk Disebuah Sudut Yang Tidak Mencolok, Mendengarkan Music Indah Menyirami Jiwanya Yang Dimainkan Oleh Seorang Pianis Yang Dulunya Buta.
Ketika Moore Mengalami Kekecewaan Terhadap Dunia Dan Kehidupannya, Semangat Dan Kehangatan Kay Kecil Yang Buta Ini Yang Memberikan Kehangatan Dan Kepercayaan Diri Kepadanya, Kay Kecil Yang Tinggal Didalam Dunia Yang Gelap, Sama Sekali Tidak Pernah Putus Asa Dan Menyia-Nyiakan Hidupnya, Dia Membuat Orang Menyadari Betapa Besar Vitalitas Dalam Hidup Ini, Vitalitas Dan Semangat Ini Menyentuh Ke Dasar Hati Moore.
Cinta Dan Harapan Akan Dapat Membuat Seseorang Kehilangan Niat Melakukan Kejahatan, Sedikit Harapan Mungkin Bisa Menyembuhkan Seorang Yang Putus Asa, Atau Bahkan Bisa Mengubah Nasib Kehidupan Seseorang Atau Kehidupan Banyak Orang, Seperti Moore Yang Telah Membantu Banyak Orang, Ketika Mengalami Putus Asa Maka Bukalah Pintu Hatimu, Maka Cahaya Harapan Akan Menyinari Hatimu.


Read more: http://renunganhidup.com/kisah-mengharukan-bocah-dengan-perampok/#ixzz23xitCnxV

Kisah Kesombongan Manusia


Seorang Ibu Sangat Gembira Ketika Menerima Telegram Dari Anaknya Yang Telah Bertahun-Tahun Menghilang. Apalagi Ia Adalah Anak Satu-Satunya. Maklumlah Anak Tersebut Pergi Ditugaskan Perang Ke Vietnam Pada 4 Tahun Yang Lampau Dan Sejak 3 Tahun Yang Terakhir, Orang Tuanya Tidak Pernah Menerima Kabar Lagi Dari Putera Tunggalnya Tersebut. Sehingga Diduga Bahwa Anaknya Gugur Dimedan Perang. Anda Bisa Membayangkan Betapa Bahagianya Perasaan Ibu Tersebut. Dalam Telegram Tersebut Tercantum Bahwa Anaknya Akan Pulang Besok.

Esok Harinya Telah Disiapkan Segalanya Untuk Menyambut Kedatangan Putera Tunggal Kesayangannya, Bahkan Pada Malam Harinya Akan Diadakan Pesta Khusus Untuk Dia, Dimana Seluruh Anggota Keluarga Maupun Rekan-Rekan Bisnis Dari Suaminya Diundang Semua. Maklumlah Suaminya Adalah Direktur Bank Besar Yang Terkenal Diseluruh Ibukota.
Siang Harinya Si Ibu Menerima Telepon Dari Anaknya Yang Sudah Berada Di Airport.
Si Anak: “Bu Bolehkah Saya Membawa Kawan Baik Saya?”
Ibu: “Oh Sudah Tentu, Rumah Kita Cuma Besar Dan Kamarpun Cukup Banyak, Bawa Saja, Jangan Segan-Segan Bawalah!”
Si Anak: “Tetapi Kawan Saya Adalah Seorang Cacat, Karena Korban Perang Di Vietnam.”
Ibu: “……Oooh Tidak Jadi Masalah, Bolehkah Saya Tahu, Bagian Mana Yang Cacat?” – Nada Suaranya Sudah Agak Menurun
Si Anak: “Ia Kehilangan Tangan Kanan Dan Kedua Kakinya!”
Si Ibu Dengan Nada Agak Terpaksa, Karena Si Ibu Tidak Mau Mengecewakan Anaknya: “Asal Hanya Untuk Beberapa Hari Saja, Saya Kira Tidak Jadi Masalah..”
Si Anak: “…Tetapi Masih Ada Satu Hal Lagi Yang Harus Saya Ceritakan Sama Ibu, Kawan Saya Itu Wajahnya Juga Rusak.. Begitu Juga Kulitnya, Karena Sebagian Besar Hangus Terbakar, Maklumlah Pada Saat Ia Mau Menolong Kawannya Ia Menginjak Ranjau, Sehingga Bukan Tangan Dan Kakinya Saja Yang Hancur Melainkan Seluruh Wajah Dan Tubuhnya Turut Terbakar!”
Si Ibu Dengan Nada Kecewa Dan Kesal: “Nak, Lain Kali Saja Kawanmu Itu Diundang Ke Rumah Kita, Untuk Sementara Suruh Saja Tinggal Di Hotel, Kalau Perlu Biar Ibu Yang Bayar Nanti Biaya Penginapannya..”
Si Anak: “…Tetap Ia Adalah Kawan Baik Saya Bu, Saya Tidak Ingin Pisah Dari Dia!”
Si Ibu: “Coba Renungkan Nak, Ayah Kamu Adalah Seorang Konglomerat Yang Ternama Dan Kita Sering Kedatangan Tamu Para Pejabat Tinggi Maupun Orang-Orang Penting Yang Berkunjung Ke Rumah Kita, Apalagi Nanti Malam Kita Akan Mengadakan Perjamuan Malam Bahkan Akan Dihadiri Oleh Seorang Menteri, Apa Kata Mereka Apabila Mereka Nanti Melihat Seorang Anak Dengan Tubuh Yang Cacat Dan Wajah Yang Rusak.
Bagaimana Pandangan Umum Dan Bagaimana Lingkungan Bisa Menerima Kita Nanti? Apakah Tidak Akan Menurunkan Martabat Kita Bahkan Jangan-Jangan Nanti Bisa Merusak Citra Binis Usaha Dari Ayahmu Nanti.”
Tanpa Ada Jawaban Lebih Lanjut Dari Anaknya Telepon Diputuskan Dan Ditutup.
Orang Tua Dari Kedua Anak Tersebut Maupun Para Tamu Menunggu Hingga Jauh Malam Ternyata Anak Tersebut Tidak Pulang, Ibunya Mengira Anaknya Marah, Karena Tersinggung, Disebabkan Temannya Tidak Boleh Datang Berkunjung Ke Rumah Mereka.
Jam Tiga Subuh Pagi, Mereka Mendapat Telepon Dari Rumah Sakit, Agar Mereka Segera Datang Ke Sana, Karena Harus Mengidetifitaskan Mayat Dari Orang Yang Bunuh Diri. Mayat Dari Seorang Pemuda Bekas Tentara Vietnam, Yang Telah Kehilangan Tangan Dan Kedua Kakinya Dan Wajahnyapun Telah Rusak Karena Kebakar. Tadinya Mereka Mengira Bahwa Itu Adalah Tubuh Dari Teman Anaknya, Tetapi Kenyataannya Pemuda Tersebut Adalah Anaknya Sendiri! Untuk Membela Nama Dan Status Akhirnya Mereka Kehilangan Putera Tunggalnya!
Tidak Mudah Untuk Menerima Seseorang Dengan Segala Kekurangannya. Akui Saja, Tidak Ada Manusia Yang Sempurna. Apakah Kita Mau Berkawan Dengan Para Pendosa, Dengan Kehidupan Hina Dan Kotor ?
Tuhan Mau Menerima Siapapun Yang Datang Kepadanya, Mengapa Kita Manusia, Yang Derajatnya Lebih Rendah Dari Tuhan, Seakan Menolak Segala Kekurangan Manusia Lain ?


Read more: http://renunganhidup.com/kisah-kesombongan-manusia/#ixzz23xhLyLeR

Air Terjun



Adalah air terjun di suatu daerah yang terpencil dan jauh yang dikenal berkhasiat menyembuhkan bagi yang sakit dan memuaskan dahaga bagi setiap pendatangnya.
Air terjun ini bebas bagi setiap pengunjung yang ingin mendatangi dan mengagumi panorama di sekitarnya. Banyak orang yang iri pada penduduk yang tinggal di sekitar air terjun ini karena mereka bisa menikmati air berkhasiat itu serta damai,segar dan tenangnya alam.
Pada air terjun itu ada yang bersenang-senang dan berenang dibawah guyuran air, ada yang menampung air itu untuk dibawa ke rumah masing-masing.
Beberapa orang membeli dan membawa ember berwarna hijau untuk menampung air terjun yang berkhasiat itu, beberapa orang lagi membawa ember berwarna merah dan warna warna lainnya sesuai dengan kesukaan mereka.
Disaat mereka telah tiba di rumah masing masing maka mulailah mereka bercerita tentang indahnya alam di sekitar air terjun itu dan menunjukkan oleh-oleh air yang mereka dapatkan. Serta membagi-baginya pada sanak saudara dan handai taulan dengan botol yang berwarna sama seperti embernya. Mereka yang menerima oleh-oleh itu begitu bangga sehingga menyimpannya sebagai hiasan dan bukti bahwa mereka mempunyai air dari air terjun yang sangat terkenal itu.
Si pembawa oleh-oleh air itu akhirnya meninggal dan oleh-oleh yang dia bagikan tetap tersimpan berikut cerita tentang keindahannya dan menjadi kenang-kenangan turun temurun. Pada akhirnya mereka yang menyimpan air itu menyatakan bahwa mereka mengerti sepenuhnya tentang air terjun tersebut dan mulai bercerita begitu lancarnya. Semua orang yang diceritakan tentang alam air terjun itu berikut kenang-kenangan air yang ada terus mengaguminya dan mulailah air itu menjadi begitu tak ternilai sehingga banyak orang yang menyatakan bahwa air yang diambil dari ember merahlah yang asli dan sebaliknya bagi mereka yang mendapat air dari ember dari warna yang berbeda pun menyatakan hal yang sama.
Pada suatu saat bertemulah salah satu penyimpan oleh-oleh air dari botol berwarna merah dengan botol berwarna biru, merekapun mulai memperdebatkan keaslian air yang mereka punya. Tanya jawab sengitpun bergulir baik pertanyaan tentang posisi air terjun, susunan batu disekitar air terjun dan habitat tanaman ataupun hewan apa saja yang ada disana untuk membuktikan air siapakah yang asli. Perdebatan tak pernah berakhir karena semuanya merasa bahwa hanya air merekalah yang asli dari air terjun itu.
Di lain tempat di sekitar air terjun yang menjadi perbincangan masih ditemukan penjual yang menjajakan ember berbagai warna bagi para pengunjung yang ingin membawa air sebagai oleh-oleh dan tak jauh adapula beberapa orang yang membawa ember yang berwarna apa saja saat menjumpai para pencari air terjun yang cedera juga kehausan dan belum sampai di tujuan dengan senangnya mereka membagi air tersebut supaya para pejalan itu mendapatkan kekuatan untuk sampai di air terjun itu.
Kasih karunia Tuhan itu bagaikan air terjun yang takkan pernah habis dan bebas bagi siapa saja. Rasanya hanya membuang waktu jika kita memperdebatkannya. Adalah lebih berguna jika air itu dapat kita bagi bagi siapa saja yang membutuhkan ataupun yang kehausan tanpa harus melihat botol warna apa yang kita punya
Sungguh melelahkan jika harus mencari orang yang membutuhkan tetapi harus dengan botol yang berwarna sama dengan ember yang kita punya, seperti air terjun yang tak memilih ember yang ingin menampung airnya, terus mengalir dengan derasnya.

Sabtu, 18 Agustus 2012

the father that sacrifice his son


Saat Masih Hidup



Suatu ketika seorang yang sangat kaya bertanya kepada temannya. "Mengapa aku dicela sebagai orang yang kikir? Padahal semua orang tahu bahwa aku telah membuat surat wasiat untuk mendermakan seluruh harta kekayaanku bila kelak aku mati." "Begini," kata temannya, akan kuceritakan kepadamu tentang kisah babi dan sapi. Suatu hari babi mengeluh kepada sapi mengenai dirinya yang tidak disenangi manusia. "Mengapa orang selalu membicarakan kelembutanmu dan keindahan matamu yang sayu itu, tanya babi. Memang kau memberikan susu, mentega dan keju. Tapi yang kuberikan jauh lebih banyak. Aku memberikan lemak, daging, paha, bulu, kulit. Bahkan kakiku pun dibuat asinan! Tetapi tetap saja manusia tak menyenangiku. Mengapa?" Sapi berpikir sejenak dan kemudian menjawab, "Ya, mungkin karena aku telah memberi kepada manusia ketika aku masih hidup.


Adil dan Penuh Kasih



Alkisah sebuah cerita mengenai seorang jenderal wanita yang bernama jenderal Shameela.
Suatu ketika saat ia memimpin sepasukan untuk berperang di perbatasan, komandannya melaporkan bahwa bahan makanan mereka telah dicuri. setelah berpikir cukup lama sang jenderal akhirnya mengambil keputusan kalo pencurinya harus dicari dan dihukum cambuk !
Ternyata selidik punya selidik pencurinya adalah ibu sang jenderal.
Jenderal Shameela dengan berat tetap memutuskan bahwa hukuman besok akan tetap dilaksanakan. anak buahnya bertambah segan padanya karena jenderal tersebut terkenal dengan keadilannya.

Besoknya saat upacara hukuman akan dimulai, ia mendekati para algojo dan memberitahu mereka untuk menghukum sesuai dengan peraturan.
Saat cambuk itu dilayangkan, sang jenderal memeluk mamanya sehingga jenderal Shameela yang terkena cambukannya itu.
Begitulah kasih Kristus buat kita. selain adil, ia juga penuh kasih. Apabila manusia tahu berbuat yang terbaik untuk orang yang disayangi apalagi Tuhan kita Yesus Kristus.

Pengorbanan

Setan : TUHAN, aku melihat banyak manusia di bawah sana, aku sudàh pasang perangkap dan umpan,aku yakin mereka tidak akan menolaknnya dan me...